We're chasing fairies down the alley
Beating them with glowsticks, very funny
You may ask why, we were acting like hell
Don't get surprised, we just hate Tinkerbell
Tampilkan postingan dengan label inspired-by-something. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspired-by-something. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 September 2010
Minggu, 05 September 2010
Rabu, 01 September 2010
Senin, 30 Agustus 2010
Tomorrow
Tomorrow
I'm just the grey once colouring your day
Just the dust once passionately sanctifying
Tomorrow
No tears should touch our way
No sorrow should accompany our parting
I'm just the grey once colouring your day
Just the dust once passionately sanctifying
Tomorrow
No tears should touch our way
No sorrow should accompany our parting
Sabtu, 08 Mei 2010
Untitled #3
Jangan tanya apa yang kupunya hari ini
Lihat ke sini, takkan ada apa-apa
Mungkin ini saatnya
ketika hampa adalah yang nyata
Lihat ke sini, takkan ada apa-apa
Mungkin ini saatnya
ketika hampa adalah yang nyata
Jumat, 30 April 2010
Lullaby
Malam tertatih-tatih tiba
Kau dan aku ‘kan berselimutkan kelabu
Sempatkah kau lihat di gelap sana?
Ada sesuatu, jangan lupa tutup pintumu
22/04/2010
Kau dan aku ‘kan berselimutkan kelabu
Sempatkah kau lihat di gelap sana?
Ada sesuatu, jangan lupa tutup pintumu
22/04/2010
Senin, 26 April 2010
Tick tock
Astaga, jam itu berdetak
Terlalu kencang hingga tak terlihat
Siapa bisa hentikan
Kejamnya jarum berkejaran
22/04/10
Terlalu kencang hingga tak terlihat
Siapa bisa hentikan
Kejamnya jarum berkejaran
22/04/10
Rabu, 21 April 2010
Pelangi
Pada suatu siang setelah hujan, ia jatuh cinta pada pelangi.
Mungkin karena warnanya yang mempesona atau lengkung tubuhnya yang menggoda, ia tidak tahu pasti.
Yang ia tahu ia akan selalu sabar menunggu usainya hujan dari balik jendela.
Ketika tetes terakhir hujan sudah turun, ia segera berlari keluar, memandang ke arah langit dan menatap pelangi tanpa lelah.
Ia tidak peduli segarnya aroma tanah yang basah, ia tidak peduli matahari yang muncul mengintip di balik awan.
Matanya hanya ingin terus mencumbu pelangi.
Lalu ketika perlahan warna pelangi memudar dan kemudian menghilang, ia hanya bisa menghela nafas dan berdoa semoga besok turun hujan.
Mungkin karena warnanya yang mempesona atau lengkung tubuhnya yang menggoda, ia tidak tahu pasti.
Yang ia tahu ia akan selalu sabar menunggu usainya hujan dari balik jendela.
Ketika tetes terakhir hujan sudah turun, ia segera berlari keluar, memandang ke arah langit dan menatap pelangi tanpa lelah.
Ia tidak peduli segarnya aroma tanah yang basah, ia tidak peduli matahari yang muncul mengintip di balik awan.
Matanya hanya ingin terus mencumbu pelangi.
Lalu ketika perlahan warna pelangi memudar dan kemudian menghilang, ia hanya bisa menghela nafas dan berdoa semoga besok turun hujan.
Merah
Aku adalah merah
Yang terpercik ketika kau lelapkan ku malam itu
Kini, ketika semua habis
Dapatkah kau lihat warnaku?
21/04/2010
Yang terpercik ketika kau lelapkan ku malam itu
Kini, ketika semua habis
Dapatkah kau lihat warnaku?
21/04/2010
Langganan:
Postingan (Atom)